Aku tahu dinanti atau tidak,
Saat itu akan datang juga.
Saat di mana tak ada satu kata pun yang bisa kutulis, kuucapkan,
bahkan sama sekali tidak bisa kupikirkan.
Ragaku akan berhenti kutumpangi.
Aku akan diam membeku seperti juga daging dan tulangku.
Sesaat sebelum aku mati, aku akan menangisi setiap tetesan air mata orang yang kukasihi
Tak ada cinta yang lebih besar dari cinta kekasih
Tak ada tangis yang lebih sakit dari perpisahan
Aku menghormati hari kelahiranku
dan aku mendoakan hari kematianku
Saat datang waktunya aku ingin seperti pangeran yang kelelahan pulang dari peperangan.
Aku ingin mati seperti saat penari selesai menari.
Aku ingin menghembuskan nafas terakhir seperti saat pelukis selesai melukis.
Aku ingin melihat sebesar apa gelombang yang kubuat sebelum sisa hidup ini akan menjadi kenangan yang akan berlalu.
Aku ingin hidupku berakhir pada saat ku hanya bisa terkulai melihat yang telah ku taklukkan.
Segala sesuatunya hanyalah seberkas cahaya yang datang dan pergi
Segala yang pernah ku lihat hanyalah sesuatu yang tak dapat dipegang
Karenanya aku akan menghembuskan nafas terakhir dalam pengagungan akan hidup di hari hari kemarin,
akan datangnya sinar baru memenuhi hari pekabunganku.