Bukan sekedar kedaulatan


Tujuh-belasan, ritual tahunan yang mengobarkan hati.
Membuat luapan semangat patriotisme naik setinggi merah-putih yang kita kibarkan.
Puluhan tahun lalu, mereka, para pendaulat telah mati-matian merebut udara kebebasan yang hingga saat ini bisa kita hirup.
Saatnya tahun ke-66 kemerdekaan telah membawa bangsa Indonesia sampai di hari ini, bertepatan dengan hadirnya konflik pluralisme dan disintegrasi bangsa.
Tumbuhnya gerakan separatis Gerakan Aceh Merdeka di barat sampai Papua Merdeka di timur (sebagian gerakan separatis telah berhasil memisahkan Timor Leste dari NKRI).
Dan sementara bagian tubuh yang lain berusaha dieratkan, bagian yang lain bergejolak. Pluralisme makin hari makin terancam oleh kekuatan yang lain. Kekuatan berdasar pada ideologi tertentu seperti lahirnya NII yang bisa menggulingkan pemerintahan, serta anarkisme gerakan massa yang semakin sulit diredam oleh penegak hukum.

Selamat datang di babak baru dalam perjuangan kemerdekaan kita!

Semakin hari semakin sadarlah kita, bahwa perjuangan kemerdekaan adalah perjuangan yang tak berkesudahan. Perjuangan di mana manusia berusaha untuk lepas dari cengkeraman manusia yang lain.
Kedaulatan negara yang dulunya kita peroleh atas perjuangan mendapatkan hak merdeka sebagai umat manusia, kini menjadi semakin kecil artinya.
Apalah arti kedaulatan jika negara tidak menjamin kemerdekaan hakiki?
Negara yang berdaulat adalah negara yang melahirkan individu-individu yang merdeka. Dan betul-betul merdeka.
Merdeka dari kekangan radikalisme yang selama ini telah mengganti kekangan kolonialisme pasca proklamasi.
Merdeka untuk mempertahankan hak asasi.
Merdeka untuk bernafas, merdeka untuk makan, merdeka untuk bekerja, merdeka untuk segalanya.
Merdeka untuk menjadi suci, merdeka untuk menjadi orang yang dianggap tidak suci

Apalah arti kedaulatan jika di negeri ini telah lahir manusia-manusia penguasa yang baru?
Manusia yang terus merampas hak manusia yang lain demi kepentingan mereka sendiri.
Mereka-mereka yang disebut penjajah di era modern.
Kemerdekaan ini berarti juga pengahapusan keserakahan manusia yang berkuasa.

Kini, perjuangan kita bukan cuma sekedar mempertahankan kedaulatan yang sudah kita miliki.
Perjuangan kita sekarang adalah untuk kemerdekaan umat manusia.
Perjuangan yang lebih bermakna sebagai upaya kelompok manusia yang lemah melawan kelompok manusia yang lebih kuat dan memiliki naluri dasar untuk menguasai manusia lainnya.
Kalau hanya sekedar kedaulatan yang kita miliki, maka kemerdekaan kita belum berarti apa-apa.

Hari ini, kita manusia Indonesia yang tinggal tetap di negeri ini, masih percaya akan kemerdekaan yang dijanjikan sejak dulu kala.
Tetaplah berjuang. Merdeka!